Let’s talk about sex

Have you seen Kinsey movie : lets talk about sex
Right…

Menarik, sebuah pola pikir terlahir, tentang sesuatu yang merupakan fear waktu itu untuk dibicarakan, sebuah pola pikir yang menelurkan pemikiran-pemikiran kemudian tentang topic yang ditabukan saat itu.
I live in Indonesia, sex was something that our parents keep as secret, and you just found it later, on your own, some, the right way, but most, wrong way.


Beberapa sekolah swasta memberikan pelajaran sex dan memasukkannya dalam kurikulum bimbingan belajar siswa, lebih baik walau mungkin waktunya sedikit terlambat, pendidikan sex sudah sewajarnya diberikan kepada anak selagi mereka belum mengalami akil balik.

Ada cerita lucu tapi dijamin hampir semua anak laki-laki mengalaminya,, saat alat kelamin mereka mengeras dan kemudian mereka merasakan kenikmatan saat menyentuhnya dan kemudian sesuatu keluar dari bagian tubuhnya itu, bukan senang, si anak malah menjerit dan langsung melaporkan pada ayahnya bahwa alat kelaminnya rusak, fatalnya si ayah tidak menjelaskan malah marah dan melarang untuk melakukan lagi tanpa memberikan alasan atau hanya tertawa yang membuat rasa ingin tahu anak berkelana tak pasti.

Itu yang terjadi dengan anak lelaki, tidak beda dengan yang terjadi dengan anak perempuan, aku misalnya, saat datang bulan pertama dengan takut aku bersembunyi dan kemudian menyelinap kekamar, ketakutan, mungkinkah aku melukai diriku sendiri hingga membuat alat kelaminku berdarah?, ditengah takut dan sakit aku beranikan diri untuk bertanya, jawabnya iya, kamu sudah besar sekarang, harus hati-hati bawa diri, itu yang aku ingat, kemudian ibuku membuat tumpeng sukuran yang disebut bancaan mengundang dan membelikan aku jamu-jamu untuk diminum. That’s it, I am not even know anything else, except aku sudah besar.

Sebagian kalangan menganggap pendidikan sex dini yang diberikan dapat menyeret anak untuk bertindak coba-coba, bisa dimaklumi, tapi jika pendidikan itu dilakukan dalam proporsi yang tepat dan cara yang benar, lebih banyak hasil dari pada rugi, in my opinion.

Aku masih ingat saat sekolahku mengadakan kelas sex, aku smu, usiaku 17 tahun, dan informasi yang aku terima hanya bahwa alat kelamin lelaki dan wanita jika bertemu bisa menyebabkan kehamilan. Terima kasih.

Aku baru sadar kalau aku tergolong telat upgrade, bayangkan usiaku sudah 17 tahun, aku tidak tahu kalau alat kelaminku mempunyai lubang yang lain selain tempat aku buang air kecil dan besar, sampai seorang teman sebangkuku menjelaskan detailnya, aku sempat tidak percaya, sekarang kalau aku mengingatnya aku suka tersenyum sendiri, betapa tidak, saking penasarannya sepulang sekolah aku langsung lari kekamar mandi dengan kaca besar yang aku ambil dari kamar tanteku, searching, and I found it.

Setelah hari yang seru itu, pertanyaan-pertanyaan lain pun kemudian muncul, dan aku tidak menemukan jawaban yang tepat, tidak ada media legal dan sehat yang membantuku.

Itu sekelumit pengalaman tentang anatomi tubuhku sendiri.

Ada lagi, its about first kiss, when the first time you did it?
Pengalamanku?!…, its so embarrassing.
Waktu itu aku baru saja putus dari cinta monyet yang langka karena memakan waktu tiga tahun, jump to ( I mean really jump ) kakak kelas smu yang hanya terjadi karena taruhan (if you read this — sorry), itu pun hanya bertahan dua minggu. Well dua minggu yang meninggalkan cerita lucu.
Biasa sebagai bagian dari siswa yang aktif dan produktif gah, aku ikut beberapa kegiatan sekolah, salah satunya adalah paskibraka.
Well, karena tinggiku tidak cukup, aku hanya menjadi pembaca acara upacara alias protocol, oke lanjut, pagi itu si cowok terpilih berhasil menjemput aku dirumah dan tujuan kita adalah tempat latihan baris berbaris, sesampai ditempat kami sempat ngobrol sebentar dan kemudian secepat kilat ia mendaratkan bibirnya di bibirku, hanya sedetik, mungkin tidak ada, tidak ada rasa, tidak ada apapun, yang ada hanya, what you doing ? and I keep asking my self what was that?
Sehari kemudian peristiwa itu diketahui teman dekatku dan saat itulah aku tahu kiss on the lip, lucunya kemudian seorang teman lelaki datang setengah berbisik gimana caranya? dan lugunya aku memberikan jawaban yang aku sendiri tidak tahu datangnya dari mana, dari pojok saja.

Pendapatku, pendidikan dan pengetahuan dini tentang sex, yang bukan hanya melulu kegiatan bersetubuh tapi juga pengenalan anatomi tubuh laki dan perempuan yang bisa dilakukan bahkan dimulai dari usia anak balita, mengenalkan perbedaan, fungsi, perawatan dan kemudian tahap selanjutnya.
Pengenalan yang tepat sesuai dengan usia anak, dengan metode yang tepat pula.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.