Cerita dari Kenangan Terindah

Hari ini hari kamis, 15 Maret 2007, hari ini hari ketiga aku hanya diam dirumah, satu karena badan memang tidak enak, dua karena kesibukan Sean jadi aku tidak bisa kekantor.

Kegiatan dirumah gga berlangsung lama, chek email, ngurus order selesai dalam 30 menit, setelahnya tidak tahu harus ngapain…

Tiba tiba aku teringat sosok ‘mbah putri’ sosok yang menjadi idolaku mungkin sampai sekarang.

Nenekku lahir dari keluarga petani dan juragan bata merah di desa Pakis Boyolali, tidak banyak waktu yang aku habiskan dengannya, tapi sosoknya sebagai wanita pekerja keras terus melekat. Continue reading “Cerita dari Kenangan Terindah”

Sepatu Kaca

Marni tergeletak tak berdaya, tubuhnya bagai membatu, selang infuse, oxygen dan pembuangan air seni nampak bergelayut di tubuhnya.

Di sebelah ranjangnya, Handoko sibuk memencet handphone.
aku sudah menghubungi orang tuanya  tapi belum ada kabar hingga hari ini
dipencetnya tombol kirim.

Handoko membisu.
Bip bunyi sms membangunkan lamunannya Aku akan ke Jogja, mereka harus tahu, ini penting, hidupnya dalam bahaya, mereka harus disampingnya .
Dibiarkan sms itu tak terbalas, tubuhnya bangkit, dihampiri sosok membatu di ranjang  Mar, bangun! namun tak ada jawaban.
————

Continue reading “Sepatu Kaca”

Kamboja…

Gadis itu terduduk sendirian dibawah pohon rindang di ujung jalan  di sudut remang, malam itu hanya jengkrik yang bersuara  selainnya hanya kesenyapan dan lolongan anjing.

Tangannya merapat didada  dingin menyengat seperti ngengat  dan dia masih terpaku disana, mata nya sembab  bibirnya terkatub.

Apa nama jalannya? Tawa riang sesosok gadis baya ceria  melenggang bersama sekelompok gadis-gadis ceria berbaju seragam   aku lupa!

Continue reading “Kamboja…”

Tukang Ketuk Palu

Tukang Ketuk Palu Ketukan palumu hari itu membawa ibuku masuk ruangan dengan jeruji besi karatan dan bau. Ketukan palumu hari itu juga mengirim Tukino tetangga ku yang kelaparan masuk ruang yang sama.

Kata ibu, ia harus mengambil daster dari pedangang asongan baju itu, untuk dijual di pasar loak.untuk aku dan adik ku makan, itu katanya..

Kata Tukino, dia terpaksa mencuri ayam tetangga kami diujung kampung yang juragan ayam petelor, katanya anaknya harus beli susu. Continue reading “Tukang Ketuk Palu”

Buku Tua

Wajahnya sayu, gurat ketampanan masa muda bercampur dengan garis-garis usia, lelaki itu nampak lebih tua dari seharusnya.
Matias terduduk di bangku tua depan rumahnya  bangku yang seumur dengan dirinya  kakinya bersandar pada balok kayu  seolah mencari kenyamanan  kaca mata tebal menghias wajahnya dan sebuah buku usang tergenggam erat ditangannya…

Suasana sore di komplek perumahan ini begitu senyap  hanya sekejap setelah riuh anak-anak kecil bermain bola di lapangan sebelah rumah, kemudian suara Adzan Mahgrib membubarkan mereka..Senja yang membawa Matias duduk di kursi usang dengan sebuah buku tebal ditangannya, begitu setiap hari sejak suatu kejadian yang membuyarkan kepercayaannya.

Continue reading “Buku Tua”