Sosok Laen

Kerling pagi menyapa ku dengan pijaran manjanya – bergelayut penuh rasa — manis sinar mentari tersenyum seolah menjawab salamnya…

Malam yang terlalui dengan pelukan kasur empuk seolah melupakan kekerasan hari yang telah terlewati – kemarin….

Menguatkan langkah untuk menapaki hari ini – bagian dari elegi yang terangkai pasti – untuk dapat melihat sosok..

Selamat pagi manis – lalui harimoe dengan kecupan manjaku – untukmoe….sahut mentari membahagiakan ku..

Malam lalu – malam yang kulalui sendiri seperti biasanya – ditemani benda electronik yang selalu berbunyi mengusir rasa sepi ku – kata2 manis yang kubaca terakhir – membuatku tertidur nyenyak….begitulah hidup tidak bisa lari dari kekuatan kata2.

Moe – sosok yang tidak percaya dengan Nya – Moe yang menghalalkan pikiran raga – kadang kukerlingkan mata tanda tak setuju namun Moe yang hidup dengan diri apa adanya – tidak repot dengan aturan yang tercipta namun tetap hidup dengan jalan yang rata….Moe yang sempat membuat shok sesaat – namun Moe yang selalu kudekap kala malam tiba…..

Apa yang dipikirkan raga Moe saat terlelap – satu kata yang terucap — ada Kau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *