Semalam di Nusa Penida

Dijemput dari lokasi kami di Canggu jam 6.30 pagi, dan langsung meluncur ke Pelabuhan di Sanur untuk Boat jam 8.00 pagi.

Tiba di Pelabuhan tepat waktu untuk board, perjalanan memakan waktu kurang lebih 45menit, ombak pagi cukup tenang (bulan Agustus) dan boat lumayan nyaman, jadi kami sempat terlelap sebentar.

Tiba Di Nusa Penida, kami dijemput 2 driver yang siap membawa kami langsung menuju object wisata.

Hari pertama Nusa Penida bagian Timur.

Diamond Beach

Dari pelabuhan memakan waktu 45-60 minutes tergantung ramai nya pengunjung. Kawasan parkir berjauhan dari lokasi,  kita berjalan menanjak mungkin 1 kilo.

Tangga legendaris Diamond Beach

Untuk mencapai pantai Diamond, kita harus turun tangga legendaris dari bebatuan putih yang sebagian lumayan curam dan tinggi, sehingga perlu extra hati hati (alas kaki yang nyaman ) — Kebanyakan pengunjung hanya berfoto di bagian atas tangga karena sudah kebayang susahnya naik lagi nanti. Dari atas sih sudah kelihatan indah nya pantai, tapi ingat ombak disini suka tiba tiba besar, jadi waspada selalu. Katanya naik membutuhkan waktu 30-45 menit tergantung stamina, kami tidak turun disini karena masih ada 2 tempat lagi yang naik  turun tangga juga. Jadi menyimpan tenaga untuk tujuan selanjutnya.

Atuh Beach

Pantai Atuh

Lokasi berada tidak jauh dari Diamond Beach, disisi tebing lain dan  perlu naik turun tangga lagi, Kali ini kami turun dan  berniat untuk bermain air. Pantai Atuh berbatu jadi harus berjalan sedikit untuk bisa menikmati air, pemandangan nya lumayan juga.

Turun tangga tetap harus hati hati karena berbeda dengan Diamond, disini tidak ada pegangan tangga hanya seuntas tali yang ditanam ditebing yang safety nya kita tidak tahu, tapi cukup untuk pegangan kalau gemetaran. Kami tidak mampir jajan (ada beberapa penjual minuman dingin) atau berbaring di pasir, Setelah puas main air, kami naik lagi.

Apakah Atuh lebih  baik dari Diamond? Kalau untuk berjemur dan main air ternyata tidak, kedua nya berbatu, tapi Atuh sangat berbatu. Untuk berjemur, karena kebanyakan pengunjung turun ke Diamond, jadi lah Atuh lebih tenang.

Diamond dan Atuh satu kawasan atau satu drop point, jadi kita berjalan kembali ke ke atas (sudah lumayan ngos ngosan nya) ke area mobil untuk mencari makan siang.

Thousand Island dan Molenteng Tree House

Pulau Seribu NP

Ini ternyata satu kawasan juga, jadi satu drop point, dan turun tangga lagi (yay) seperempat jalan turun, ada spot foto dengan latar belakang bongkahan bongkahan tebing, dan itulah yang disebut Thousand Island atau Pulau Seribu, karena kondisi antrian panjang untuk foto dan kurang aman, saya pribadi kurang bisa menikmati spot itu, tapi selepas foto, di jalan turun, saya sempatkan untuk berhenti (ditempat yang aman) dan menikmati bongkahan tebing dan hamparan laut biru di sekitar saya.  Diujung track ini ada beberapa spot yang disiapkan untuk foto, termasuk rumah pohon Molenteng dan kalau sempat naik lagi, bisa dapat spot yang lebih bagus untuk melihat Thousand Island. Perjalanan kembali naik, tidak seberat Atuh Beach, sempatkan istirah, nyampe deh kembali ke atas.

Tour Nusa Penida bagian Timur biasa diakhiri dengan Bukit Teletubbies, tapi kami lewatkan karena sisa hari kami gunakan untuk berkunjung ke Goa Giri Putri dan Pura Ped untuk Sembahyang.

GOA Giri Putri 

Goa Giri Putri

Sebuah Goa yang di gunakan untuk sembahyang dan meditasi umat Hindhu, dipercaya memiliki mata air yang bisa menyembuhkan dan membersihkan.

Umat Hindhu datang untuk upacara melukat dan mendedikasikan doa untuk dewa Siwa, sebagai pemelihara kehidupan. Goa Giri Putri memiliki mulut sebesar 80 cm saja, jadi kita harus mencari sisi yang bagus untuk masuk dan terus merunduk merangkak sampai kita bisa berdiri lagi, setelah itu, kita disuguhkan dengan wisata religi, hamparan ruang meditasi dan pemujaan yang sangat besar, konon bisa menampung sampai 5000 orang. Pengunjung diharapkan memakai sarung dan baju yang sopan, untuk wanita haid dilarang masuk, dan kita wajib manjaga mulut dan tindakan. Kami menghabiskan satu jam, menemani teman teman Casa Spa untuk Melukat, sebuah prosesi yang sangat indah untuk dilihat. Oh yach, perlu naik sekitar 110 tangga untuk mencapai Goa ini. (Yay, naik tangga lagi….)

Tujuan kami selanjutnya adalah Pura Dalem Ped, kembali ke arah pelabuhan, kami singgah di desa Ped, sembari menunggu teman temang sembahyang, saya menghabiskan waktu menikmati sore di pantai Ped,

Casa Spa Bali Team at Pura Dalem Ped Nusa Penida

Jam 6 sore kami siap menuju tempat istirahat di daerah Barat Nusa Penida, dan singgah di restaurant untuk makan malam.

Tempat istirahat kami bernama Kubu Reot Villas, jangan salah tempatnya tidak reot sama sekali, justru kebalikannya, nyaman, dengan staff yang ramah. Kebanyakan bentuk penginapan/hotel/villa di Nusa Penida terbuat dari Kayu, bisa dimengerti karena kendala transportasi bahan bangunan yang berat dan besar (kami tidak melihat mobil/truk besar sama sekali dijalan, kecuali traktor pengeruk tebing, dan menurut guide kami, memang mobil besar/truk tidak/belum diperbolehkan, karena kondisi jalan yang sempit dan terjal.

Hari Ke Dua Nusa Penida Barat

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *