Kutu Kolong Hidup

Kutu kolong jembatan, menari direbak sang malam
Kutu kolong kehidupan, menari disepanjang jalan remang. Sang yang menamakan dirinya maut telah merenggut,
Kemaren gempa, kemarennya lagi Tsunami dan kini musuh lama menyapa lagi, Polio. Kolong jembatan itu masih pengap,
Sepengap hati para korban bencana itu
Kolong Kehidupan itu kemudian senyap
Sesenyap ruang kosong yang mereka tinggalkan Ribuan nyawa, ribuan tangisan, ribuan kesenyapan
Serasa belum lengkap cerita hidup ini

Ribuan gelak, ribuan canda dan ribuan tawa
Masih samar dibalik kabut keadaaan dan alam.

Kutu kolong jembatan, masih adakah ruang tersedia untuk sang pencabut nyawa berikutnya?

Kutu kolong kehidupan, tiada keraguan untuk mengatakan iya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *