Grand Circuit Tour

GRAND CIRCUIT TOUR

Terdiri dari Angkor Wat, Preah Khan, Nean Peak, Ta Som, East Mebong, Pre Rup, Srah Srang, Banteay Kdei.

Hari ketiga, kami lebih santai, bangun dan menikmati makan pagi lebih lama, kemudian memesan supir untuk Grand tour dari hotel, hari itu kami memutuskan untuk pergi tanpa guide. Supir kami memiliki nama yang sama dengan suami saya, dengan bahasa Inggris seadanya, jadi bener bener hanya mengantarkan saja. Hari ini kami bertemu rombongan mobil yang kata pak Sean (driver) adalah anggota dari kerajaan, seperti kita tahu Cambodia adalah negara Contitusional Monarchy dengan Raja yang  berkuasa, dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahannya.

Berikut perjalanan Grand tour pilihan kami :

PREAH KHAN

Kami sangat menikmati Preah Khan, mungkin karena kondisi sepi yang membuat kami bisa berlama lama menikmati semua, juga suasana yang hening. Sekilas memiliki atmosphere yang sama dengan Ta Prohm tapi lebih besar. Preah Khan adalah bangunan universitas Budha dan juga kota.

Disana kami menemukan Stupa serupa dengan Candi Borobudur,  jembatan Naga seperti Angkor Thom, Akar pohon raksasa yang memeluk salah satu sisi bangunan seperti Ta Prohm, pahatan apsara dancer, Vishnu berbaring, cerita Ramayana, Linga, Yoni, dan masih banyak lagi. Saya jatuh cinta pada jalan kecil koridor tak berujung, dengan beberapa jendela melihat ke kolam, yang sekarang hanya tinggal tanah kosong, saya bisa bayangkan betapa indahnya waktu itu. Cukup lama kami disini, tidak ada sudut yang tidak membuat kami melongo karena indah nya baik pahatan maupun reruntuhan.

Preah Khan disebut juga Lake of Blood yang dipercaya dibangun di area atau kawasan dimana terjadi peperangan antara Khmer dan Cham, bahkan Raja Cham meninggal di kawasan ini. Dibangun pada masa pemerintahan Jayavarman VII, berbeda denga Ta Prohm yang dihadiahkan untuk sang ibu, Preah Khan di hadiahkan untuk sang ayah yaitu Dharanindravarman.

NEAN PEAK

            Nean Peak awalnya dibuat sebagai Royal Hindhu Site yang bernama Rajyasri atau Fortune of the Kingdom tapi kemudian beralih menjadi gambaran atau simbol Danau Anavatapta sebuah sacred lake yang dipercaya dapat menyembuhkan mereka yang datang dan menyentuh atau mencebur di airnya. Berbentuk kolam besar dengan Pura ditengahnya yang dijaga oleh 2 patung naga, didasar dan diujung tower terdapat pahatan bunga lotus. Terdapat 4 kolam kecil mengelilingi kolam utama.

Nean Peak terletak di pulau kecil ditengah waduk Jayatataka Baray. Kita berjalan melewati Jayatataka Baray yang di penuhi dengan bunga lotus dan pohon pohon kering, sangat dramatik, harus berhati hati dengan topi dan bawaan disini, karena angin lumayan kencang dan tidak ada pembatas di sisi kanan dan kiri dengan jalan yang hanya cukup untuk 2 orang berdampingan rapat, sisi kanan dan kiri langsung drop ke waduk ini. Yang paling lama disini adalah jalan dari drop off mobil, melewati waduk dengan jempatan setapaknya, di Nean Peak sendiri sangat singkat, karena memang hanya kolam kolam dengan circular tower di tengah nya. Untung ada pemandangan dramatik sebelum dan sesudahnya, jadi tetap ada kenangannya.

TA SOM

Ini adalah pura kecil, semacam miniature dari Ta Prohm. Memiliki tower
dengan wajah seperti pada Bayon. Warna batu an terlihat pink cantik dan beberapa pintu yang sangat bagus buat foto, waktu kami kesana kondisi sepi, jadi kita bisa menikmati tiap sudut tanpa gangguan.

EAST MEBON

            Terletak ditengah East Baray yang sekarang kering, dulu Baray ini memperoleh airnya dari Sungai Rolous. Raja Rajendravarman membangun temple ini, jadi waktu itu temple ini berada di pulau ditengah East Baray. Dibuat bertingkat 3, memiliki blind door dan windowless building yang merupakan perpustakaan.

East Mebon menutup tour hari ke tiga, selanjutnya kami di antarkan ke night market, untuk again, menikmati pub street, dengan misi mencari lagi makanan tradisional, sore itu kita mencoba makanan noodle dengan bumbu khas Khmer yang rasanya gga jauh dari thai food. Selanjutnya kembali ke hotel untuk istirahat, malamnya kami menikmati Cambodian massage di hotel, yang tidak jauh dari Balinese massage untuk gerakannya, walaupun atmosphere spa tidak ada sama sekali, karena terapis sibuk ngobrol sendiri, lumayan lah hilang capek badan. Makan malam di rooftop hotel dengan pemandangan jalan dan night market Siem Reap.

Next, Banteay Srei.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *