18 May, 2005 (11:30) | Short Stories
Siang itu matahari ramah menyapa � Karni masih sibuk membolak balik majalah barunya � sudah lima kali lebih tapi ia tak juga puas � itu majalah ke duanya siang itu.
Matanya kemudian berhenti pada sebuah iklan produk kecantikan yang memamerkan seorang perempuan cantik dengan pipi halus dan mulusnya, sudah lima kali juga Karni sibuk mengamatinya.
Karni mengelus [...]
Comments: -
5 April, 2005 (11:35) | Short Stories
Marni tergeletak tak berdaya, tubuhnya bagai membatu, selang infuse, oxygen dan pembuangan air seni nampak bergelayut di tubuhnya.
Di sebelah ranjangnya, Handoko sibuk memencet handphone.
� aku sudah menghubungi orang tuanya � tapi belum ada kabar hingga hari ini�
dipencetnya tombol kirim.
Comments: -
4 November, 2004 (11:59) | Short Stories
Gadis itu terduduk sendirian dibawah pohon rindang di ujung jalan � di sudut remang, malam itu hanya jengkrik yang bersuara � selainnya hanya kesenyapan dan lolongan anjing.
Tangannya merapat didada � dingin menyengat seperti ngengat � dan dia masih terpaku disana, mata nya sembab � bibirnya terkatub.
�Apa nama jalannya?� Tawa riang sesosok gadis baya ceria � [...]
Comments: -
3 November, 2004 (11:57) | Short Stories
Sastro lulusan Universitas ternama di Indonesia � otaknya cerdas , tingkahnya lugas…wajahnya enak dipandang. Pagi menjelang siang itu dia duduk dengan setelan jas hitam � rapi � gagah, matanya tajam memandang deretan buku dirak kayu berpelitur coklat.
Nasib membawanya menuju meja bertuan dari Negara lain � jauh dari negerinya Indonesia. Statistik otak menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan [...]
Comments: -
18 September, 2004 (20:41) | Short Stories
Tukang Ketuk Palu Ketukan palumu hari itu membawa ibuku masuk ruangan dengan jeruji besi karatan dan bau. Ketukan palumu hari itu juga mengirim Tukino tetangga ku yang kelaparan masuk ruang yang sama.
Kata ibu, ia harus mengambil daster dari pedangang asongan baju itu, untuk dijual di pasar loak.untuk aku dan adik ku makan, itu katanya..
Kata Tukino, [...]
Comments: -
1 August, 2004 (20:47) | Short Stories
Ada air mata yang menetes tadi, Ada ngilu dan lelah yang terasa tadi, Ada sengau hati yang mengobrak-abrik jiwa tadi…
Semua begitu sabar - saat pelajaran demi pelajaran terpanjang rapi di almari hati, contoh-contoh tesis lain dari hidup manusia yang kulihat, ada ngeri…ada sepi, ada bahagia tersendiri…dan tentu airmata yang mengalir tadi…
Berat rasanya aku menjujurkan [...]
Comments: -
31 July, 2004 (20:44) | Short Stories
Terlalu banyak yang kau pikirkan, Baiklah, kesalahan masa lalu menjadikan mu manusia penuh pertimbangan dan jejeran logika hasil paduan realita dan analisan kejiwaan versimu� Setiap kata dan tindakan manusia disekelilingmu kau analisa detailnya dan mencoba belajar dari dunianya� Entahlah.. Aku sendiri bingung harus menilai apa tindakanmu, namun aku enggan turut didalam perjalanan penuh dengan analisa [...]
Comments: -
20 July, 2004 (12:06) | Short Stories
Wajahnya sayu, gurat ketampanan masa muda bercampur dengan garis-garis usia, lelaki itu nampak lebih tua dari seharusnya.
Matias terduduk di bangku tua depan rumahnya � bangku yang seumur dengan dirinya � kakinya bersandar pada balok kayu � seolah mencari kenyamanan � kaca mata tebal menghias wajahnya dan sebuah buku usang tergenggam erat ditangannya…
Suasana sore di komplek [...]
Comments: -
5 June, 2004 (12:09) | Short Stories
Mata ku penasaran melihat sosok-sosok tubuh kecil berlarian di pingir jalan, lampu merah perempatan ini selalu ramai, orang penyebutnya Simpang Siur mungkin karena kebanyakan simpangnya, hal itu juga yang mungkin menginspirasi anak-anak itu untuk mencari nafkah disini � entah inspirasi yang datang dari wajah dan otak lugu mereka atau ide cemerlag dari orang yang melahirkan [...]
Comments: -
4 June, 2004 (12:23) | Short Stories
Selasa 4 Juni
Aku masih terpaku di bangku biru kelam di ujung Stasiun Tugu Yogya - saat seorang lelaki tua berkaos coklat tua menawarkan jualannya - rokok mas?…
Aku menggeleng � kuraba saku ku � rokok ku masih ada..
Pencarianku akan adamu belum juga tertuju… Dimana kamu - tidakkah kau dengar kedatanganku � aku beranjak � mencoba mencari [...]
Comments: -