6 August, 2007 (19:39) | Poetry
hi…
sekedar menyapa
sekedar bertanya
sekedarnya
terimakasih buat bingkisan indahnya
terimakasih buat kado tak terduganya
terimakasih buat titipan rindunya
terimakasih buat mimpi mimpinya
sekedar mimpi
sekedar rindu
sekedar kado
sekedar kenangan
sekedarnya
hi…
aku lupa rasanya
aku lupa nikmatnya
aku lupa sakitnya
aku lupa segalanya
bukan sekedar lupa
bukan sekedar sakit
bukan sekedarnya saja
tapi toch terima kasih untuk semuanya
Comments: -
6 August, 2007 (17:12) | Poetry
Selamat sore lelaki ku
Selamat sore untuk sapaan lembutmu
Selamat sore untuk sentuhanmu
Selamat sore untuk senyum indahmu
Selamat sore untuk sebuah kejujuran
Selamat sore lelaki ku
Selamat sore, aku merindukanmu
Comments: -
20 February, 2007 (23:50) | Poetry
…Dalam terpaan jiwa yang kurasa
kulihat hasrat yang merona
Hentakan resah akan kehadiran
Sang kelembutan
Lelakiku…
Jika saat ini ronamu membiru
Ku ingin
dalam birumu , aku menghangatkanmu
Comments: -
26 December, 2006 (13:59) | Poetry
Selamat pagi, kata yang surya, lebih redup dari biasanya, entah kenapa…
Comments: -
7 May, 2005 (20:40) | Poetry
Satu hal dari yang sudah-sudah,
Hari sesempurnakah?
Hari sehebatkah?
Kelakar jenaka anak kemarin sore
Atau
Jerit bayi di beranda rumah bersalin?
Comments: -
5 May, 2005 (20:32) | Poetry
Kutu kolong jembatan, menari direbak sang malam
Kutu kolong kehidupan, menari disepanjang jalan remang. Sang yang menamakan dirinya maut telah merenggut,
Kemaren gempa, kemarennya lagi Tsunami dan kini musuh lama menyapa lagi, Polio.
Comments: -
21 July, 2004 (21:03) | Poetry
Aku termangu sendiri hari ini saat kerinduanku akan sesuatu tak tertuju…
Aku rebah dalam pusara keraguan ku sendiri aku tergugu dalam kepalan hari ku Sosok hidup dalam ada dan tiada.. Kusangka jalan dan kureka peta nya..
Aku termangu disini � dalam sepi Kekasihku dimana kau…? Dimana aku dapat menjumpaimu.. Benarkah adamu…? Kekasih raga ku dalam fana dan [...]
Comments: -
18 July, 2004 (21:05) | Poetry
Setiap detak waktu hari ini � adalah untuk esok hari..
Nanar aku mereka kalimat itu..
Ragu aku mengecapnya sebagai pelajaran hari ini..
Sosok ku gagu � deretan kesalahan dan kebodohan yang terpampang di papan berwarna kelabu..
Sosok tinggi besar menunjuk tanpa ragu � dan lantang berseru..
Comments: -
17 July, 2004 (21:08) | Poetry
Sebuah lengkung tak berujung…membentuk suatu lingkaran nyata…sempurna
Warnanya legam � sapuan guratan tajam menggores setiap tepiannya..
Sempurna..
Membuat sebuah benda terduduk merangak menuju sasaran..
Membawa sosok-sosok bernyawa menuju impian..
Comments: -
1 June, 2004 (21:16) | Poetry
Kerling pagi menyapa ku dengan pijaran manjanya - bergelayut penuh rasa — manis sinar mentari tersenyum seolah menjawab salamnya…
Malam yang terlalui dengan pelukan kasur empuk seolah melupakan kekerasan hari yang telah terlewati - kemarin….
Menguatkan langkah untuk menapaki hari ini - bagian dari elegi yang terangkai pasti - untuk dapat melihat sosok..
Comments: -