Brighton

We Can not call it city coz they dont have Cathedral but they deserve it.
First impression of Brighton: nice place, busy, full young people, bit crowded but nice way.

Ceritanya week end pertama kita di England adalah napak tilas, tempat Sean kuliah dulu, Sussex University di Brighton. Pertama nyampe, I already know that I like the city, so much, start with street gitarist.

Yang tidak mungkin dia adalah lelaki dari univesity yang sekedar mengisi waktu makan siang bermain gitar di park sambil cari sedikit “quitt”. belum selesai menikmati petikan gitarnya, disudut lain seorang laki laki berlatih kungfu mengikuti irama petikan gitar lelaki disudut lain, menarik…

Pemandangan taman penuh dengan keluarga kecil yang menghabiskan siang mereka, sekedar ngobrol di taman. Itulah England, banyak sekali fasilitas umum yang disediakan pemerintah untuk warga England bisa menikmati hari-harinya dengan mudah, lot of park with complete facilities;sport, art, and kids playground, jadi setiap keluarga bisa menghabiskan waktu senggang tanpa mengeluarkan biaya. Back to Brighton…I said this city full of kids with their imagianation and so active, so life.

Aku menikmati setiap sudutnya sampai sudut terkotor sekalipun, aku bisa lihat kehidupan disana, let see, toko, warung dengan beragam ide sampai sign untuk restaurant yang penuh puisi, bukan sekedar mengundang pembeli tapi merupakan hasil imaginasi mereka akan produk yang mereka jual.

2 hari di Brighton serasa gga cukup, dan aku akan kembali sebelum kita pulang ke indo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *