Saya dan Yoga

Sedikit tentang saya sebagai background, yang nantinya akan bergayung sambut dan bikin lebih ”make sense” tentang journey yogasana saya…

Saya terlahir dengan Penyakit Jantung Bawaan atau PJB tepatnya ventricular septal defect (VSD) dan kelainan katup jantung….yang membuat saya menjadi anak yang jarang olah raga, sebenernya bukan harus begitu, tetapi entah kenapa menjadi begitu (…tanya rumput tetangga).

Olah Fisik adalah sesuatu yang jauh dari saya, contoh saja nih, upacara senin pagi disekolah, saya selalu absent, karena berdiri kelamaan, ditambah panas matahari bikin saya limbung, hasilnya yach jarang ikut upacara dan olah raga seadanya untuk mengejar nilai olah raga disekolah saja.

Long story short, setelah 2 kali operasi jantung dan beberapa kali apel di rumah sakit, saya bisa hidup normal tanpa biru biru diwajah kalau kecapean dan mendadak limbung. Saya yang menurut primbon dokter hanya bisa bertahan hidup sampai umur enam tahun ini, sekarang masih cengar cengir disini. Bersyukur, pastinya, makanya cinta mati sama hidup (kata kata nya kok campur aduk, you know what i mean).

November 2016, anak saya udah gede nich (8 tahun), usaha saya juga udah mulai settle, jadi udah mulai tenang dan kesadaran menjadi tua mulai mendekat! its hit me!, badan udah susah ajah dibuat gerak,  saya mulai ngerasa reot dan takut bakal tua lebih cepet karena kondisi yang gga optimal (performa).

Saya review semua olah raga yang pernah saya ikuti, dan 1 saja yang nyantol buat saya balik adalah yogasana, kenapa?

  • Saya bisa mengikuti sesuai kemampuan saya, dengan motion yang juga bisa di adjust sesuai kekuatan saya, its my own journey.
  • Gerakan yogasana yang selalu bersinergy dengan pernafasan, membuat saya belajar mengatur pernafasan lebih baik, karena saya merasa sulit mengambil nafas panjang.
  • Saya ingin lebih fleksibel dan mobile, supaya hari tua nanti gga reot dan susah bergerak.
  • Saya ingin membangun kekuatan otot saya pelan pelan/ berkala.
  • Selain itu saya bisa melakukan dimana pun dan kapan pun saya mau (setelah paham gerakan dan bisa mengatur  flow yach)
  • I look good in yoga gear! …. (lari ahhhh…)

Saya memilih kembali melalukan yoga dengan private teacher,  alasannya adalah saya mau lebih nyaman – kan saya pemalu…(halah), itu alasan pertama yang jujur loh yach, yang kedua, saya mau lebih optimal, one on one, untuk membangun saya pelan pelan. Its indeed take ages…saya yang reot dan gga kenal exercise ini, harus sabar (gurunya juga harus sabar…:)) , tetapi karena saya sadar (mungkin) jadi saya terima prosesnya. Nothing easy come in life, right?.

Saya orang yang tidak spiritual, jadi yoga yang saya ikuti dan saya lakukan adalah berputar pada olah fisik, pernafasan dan philosophy, dengan memilah dan menyisihkan nilai spiritual nya, apakah bisa? lets follow my journey.

Love,

A. Ike

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *