Banteay Srei Tour

           Pada beberapa artikel tentang temple yang harus dikunjungi di Angkor, Banteay Srei disebut sebut sebagai must do dan Jewel of Khmer Art, karena kondisi yang paling bagus diantara yang lain nya (tingkat keruntuhan) dan pahatan yang details pada batu yang berwarna merah muda, dengan cerita mythology yang banyak baik pada bangunan maupun pedimentnya. Banteay Srei sendiri bukanlah Pura Kerajaan, dibangun oleh Yajnavaraha yang adalah seorang konselor kerajaan pada jaman Rajendravarman.

Perjalanan memakan waktu satu jam dari hotel kami di kawanan BBU Road dan perjalanan yang  membuka mata tentang kondisi Siem Reap yang masih berjuang, telihat rumah rumah gaya Kamboja yang seperti rumah panggung dengan tangga di luar, terlihat juga anak anak sekolah tanpa alas kaki dan jalanan yang masih sangat berdebu, benar benar perjalanan yang luar biasa buat kami.

Sebenarnya itinerary tour ini hanya Banteay Srei, tetapi kami minta supir untuk berhenti di Temple yang kita lewati kecuali Banteay Samre, yang memang harus belok dari jalur pulang. Berikut 2 Temple lain yang kami kunjungi.

BANTEAY SAMRE

Seneng banget nyempetin mampir kesini, walaupun supir musti belok dari jalur pulang, tapi bener bener worth it. Waktu kita sampai lokasi tidak ada pengunjung lain, hanya kami ber tiga, jadilah kita explore sepuasnya. Beberapa waktu kemudian mulai datang beberapa pasangan lain, tapi tetap Temple ter sepi yang kami kunjungi.

Temple ini memiliki single tower yang dibangun diatas Shrine, yang masih aktif dikunjungi, memiliki design Angkor Wat tapi tidak mempunyai pahatan apsara, yang kita temukan adalah pahatan Ramayana pada pedimen, lintel dan beberapa panel. Terdapat galleri dan perpustakaan di seputaran bangunan utama. Kondisi keseluruhan dalam tahap pemulihan, kita melihat sky folding menutup sebagian dinding dan tanda peringatan untuk tidak melewati tempat tesebut.

PRE RUP

Karena merasa tenaga dan waktu masih ada, kami minta untuk melihat Pre Rup yang sebenarnya bagian dari Small atau Grand Tour, karena lewat jadi kami sempatkan.

Pre Rub adalah state Temple milik raja Rajendravarman. Berada di tengah kota dibangun dengan perpaduan batu laterite, sandstone dan brick. Tower dihubungkan dengan tangga, kita juga menemukan tangga kayu disisi lain bangunan, yang sangat membantu untuk anak anak dan senior karena kondisi tangga batu di bangunan depan  cukup terjal.

Dengan finishing mirip dengan East Mebon, termasuk ruang windoless dan doorless yang cukup aneh. Pemandangan dari atas cukup menarik, kami sempatkan berkeliling penuh untuk melihat dari semua sudut. Cukup memuaskan. Pahatan kita temukan di lintel dan pilar. Kita juga temukan patung ganesha di sudut luar bangunan, ada patung ganesha yang menaiki belalai nya sendiri.

Perjalanan hari ke tiga dan keempat, lumayan santai buat kami, again, kami tidak membuat jadwal, jadi semacam go with the flow, tapi tetep tidak melewatkan point point penting selama di Siem Reap.

Secara keseluruhan kami sangat menikmati spontaneous short holiday ini, kalau ada yang mau ditanyakan jangan sungkan drop di comment yach. Semoga sedikit membantu.

Selamat jalan jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *