Satu realita dari negeri tercinta
Acara salah satu stasiun televisi swasta minggu lalu tepatnya hari Jumat tanggal 29 Juli 2005, se lengkap nek…adalah pemilihan putri indonesia.
Ada 38 wanita atau perempuan ( mana yang lebih indah?) beradu tanding, kecantikan, kepandaian, kecakapan dan keahlian, ada satu kalimat yang mereka jadikan semboyan malam itu ” brain, beauty and behave” keren gga seh semboyannya.
Dari 38 finalis (mereka datang dari 33 provinsi di Indonesia), kemudian menyusut menjadi 10.
aAda yang menarik disana diantaranya ada dua news anchor ikut ambil bagian, dari segi intelejen mereka punya nilai tambah, keduanya dari ibu kota, kalau dihitung finalis dari Jakarta yang masuk 10 besar sudah 3 orang sendiri, jadi bertanya kemana daerah yang lain, apa mereka cuma punya 1 wanita berbakat yang layak ikut atau quota jakarta lebih banyak? lah kenapa?.
Anyway, pertanyaan demi pertanyaan sudah dijawab, ada beberapa jawaban yang membuat aku tertawa ngenes, itukah kualitas yang terpilih? tapi aku masih bisa memberikan excuse mungkin mereka grogi, nervous?! Hem. Oke wajar.
Alhasil dari 10 finalis terpilih lagi 5 besar, jagoanku masuk semua yang kebetulan dua diantaranya dari ibu kota, aku jadi manggut-manggut, yah mungkin memang lagi begitu keadaannya, satu diantaranya ada gadis jogja, aku suka sekali - ceileh - bukannya karena aku berasal dari Solo yang nota bene 1 jam dari Jogja atau mungkin karena tidak ada wakil dari Solo, haha, makanya aku nyari yang terdekat.
Anyway dari lima ketiga, hasilnya mengecewakan, satu dari wakil ibu kota yang aku jagokan luput digantikan wakil dari ibu kota lainnya yang aku tidak ngerti kenapa dia kepilih, well penampilan memang so queeny, tapi aku belum mendengar jawaban yang cerdas keluar dari mulutnya.
Yang tertinggal di gugusan 3, dua wakil dari jakarta dan satu wakil dari jogja (asyik, pertanyaan pertama di jawab oleh wakil dari jakarta si queeny, cantik tapi kok aku tidak terkena sengat listriknya, karena belum ada jawaban yang menarik keluar dari mulutnya. Pertanyaan pamungkas kali ini adalah “setujukah anda dengan pernyataan bahwa sahabat yang baik adalah seperti bayangan’ menarik, simple tapi cukup triky.
Kontestan pertama menjawab dengan mulus, oke pendapatnya boleh juga kali ini, kontestan kedua dari Jogja (wahoo) jawabannya juga lancar sesuai dengan pendapat dia, begitu juga kontestan terakhir dari Jakarta (walau aku jagokan dia ada sedikit keluhan karena setiap jawaban yang keluar dari bibirnya seringkali merupakan pengualangan). Seluruh proses sudah dilalui dan akhirnya terpilih lah puteri indonesia, ada jengkel dan gondok waktu Artika Sari Dewi memberikan mahkota PI, sebagai wanita Indonesia (ceileh) rasanya tidak terima, bukan karena jagoku hanya bisa jd runner up 1, tapi lebih karena fakta bahwa puteri indonesia terpilih made in Jerman, sudah habiskah stock negara?…Jadi lucu karena wajah asia sama sekali tidak ada, kecerdasan juga dibawah jagoku lainnya, pengalaman kerja belum ada, aku jadi bertanya ajang putri-putrian sebenarnya untuk apa?…



















