30 April, 2004 (21:19) | Poetry
Gemeretak suara dari ujung uliran bukit batu - membawa kehidupan dalam alam beku - dan aku masih terpaku - sesaat aku tidak menyadari keberadaanya…
Pelarian panjang dari himbitan kenyataan - antara ada dan tiada - satu kalimat yang tiada pernah terganti…..
Kepayahan aku berjalan hari ini - wlo jalan yang kutempuh belum seberapa jauh - dan tidak [...]
Comments: -
19 April, 2004 (21:20) | Poetry
Hembusan gelora yang terasa tak tereka dengan satu tegukan �
Letupan hasrat akan pelukan hangat ..
Menggeliat dalam tangan dan dekapan penuh peluh��..
Mendesah
Mengerang
Mengeliat mengikuti irama nafas dan usapan bibir�
Sapuan basah penuh rona merah
Menggulum perasaan dan keinginan yang tak terbendung
Bergulat bersama � terguling dalam ikatan tangan dan cinta��..
Gelitikan penuh irama�.menyelinap perlahan dalam aliran darah mengalir kebawah menuju raga [...]
Comments: -
18 April, 2004 (21:21) | Poetry
Rautan pensil yang aku buat tidak seindah yang aku inginkan
satu pertanyaan yang kemudian terlontar - kenapa?
Apa yang salah ?
Rautan yang aku pakai?
Cara aku memakai?
Bukan pensil yang aku pilih kan?
Ataukah tangan ku yang salah meletakkan dan mengaturnya?
Yach tidak ada yang salah dengan rautan ku? karena semua Engkau yang membuatnya untuk ku�
Juga bukan pensil ini?
Comments: -
17 April, 2004 (21:19) | Poetry
Kerling kesana kemari dengan cantik memperlihatkan kebolehannya menarik — sekali terantuk melesap dalam gerak berirama - membuat girang orang yang melihatnya - saat lelah dia berhenti perlahan dan beristirahat. Dan anak2 itupun berhenti tergelak….
Kau raut kegembiraan diwajah mereka saat tarianmu meliuk bersama kelima biji besi kuning itu….
Kau jalan kan tugasmu - dengan seluruh tenagamoe dan [...]
Comments: -
14 April, 2004 (21:25) | Little Note
Klo aku boleh gambar kan sebuah persimpangan….. sebenarnya kau sudah tidak ada disana — kau sudah tentukan jalan dan pilihan.
Tanda tanya seperti layaknya suapan nasi selalu ada dalam dentuman jantung kita. Yang tertinggal hanya menjawabnya — dan untuk itu kita harus membayarnya dengan hitungan senja… Aku tau kelelahan moe terbang sendirian — kita sama — [...]
Comments: -
6 April, 2004 (21:26) | Poetry
“Aku termangu saat keberadaan ku sungguh tak menentu…. Aku sudah berlari terlalu jauh - sesaat mata ku nanar melihat kenyataan - kenyataan bahwa hatiku sudah karam - entah…
Hipotesa hipotesa tentang kebahagiaan bagai umpatan mentah tak tertuju untuk ku…aku gagu - dan kini pun aku termangu
Pagi ini - sepanjang jalan kuamati - lalu lalang manusia dengan [...]
Comments: -
5 April, 2004 (21:12) | Poetry
Senja di ufuk keraguan .. Tatapan nyata sebuah kenyataan.. Terengah saat disuguhkan… Menjalani hari bersama mimpi Merangkai luka dari tepi sepi Lama sekali Saat senja di ufuk keraguan menyapa lagi Jelas terpampang luka dari tepi lalu yang sepi Senja terangkai dalam luka tepian sendiri…
Comments: -
4 April, 2004 (12:26) | Short Stories
Katanya rumah mu sudah runtuh dan kau menghilang, itu sepengal kata yang diucapkan orang tentang kepergianmu - sosok yang dengan peluh rapuh menyebrang jalan - dengan bijak menyapa kegetiran hidup - dengan sabar menapak kejahatan hari — pertama kali aku bertemu dengan mu — waktu itu gerimis bulan Januari - (kata orang hujan sehari-hari) tapi [...]
Comments: -